PALEMBANG,KANALPOS.COM – Meneliti dan mempublikasikan sejarah di Sumatera  Selatan (Sumsel) mengantarkan Dr. Dedi Irwanto, M.A. meraih penghargaan dalam bidang  sejarah dan budaya sebagai tokoh pemerhati dan penggali sejarah dalam  Festival Panti Asuhan 2022 oleh Pandu Tani Indonesia (Patani)  Sumatera Selatan (Sumsel) di Transmart Palembang City Center di Jalan Radial Kel 26 Ilir Kec. Bukit Kecil Palembang, Minggu (17/4).

Kegiatan tersebut dihadiri 315 anak dari 28 panti asuhan yang ada di Kota Palembang. Dr. Dedi Irwanto, M.A. yang juga dosen Prodi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas Sriwijaya dinilai konsisten dalam mengkaji dan menuliskan sejarah di Sumatera Selatan. “Kami menilai Dr. Dedi Irwanto dari segi pendidikan mulai dari sarjana sampai doktor menempuh pendidikan sejarah di Universitas Gadjah Mada.

Suatu hal yang mengagumkan ditengah-tengah generasi millenial saat ini memilih jurusan yang jauh lebih bergengsi dibandingkan menekuni sejarah. Tidak hanya itu, sepulang dari pendidikan ia tekun mengajarkan sejarah ke mahasiswa dengan mengabdikan diri di Universitas Sriwijaya,” kata Ketua Patani Cabang Kota Palembang M. Reza AR, SH, MM.

Selain itu menurut Reza,  Dedi juga banyak menggali fenomena sejarah masa lampau di Sumatera Selatan dan Nasional dari berbagai arsip dan sumber sejarah untuk dipublikasikan secara luas. “Atas dasar itulah Dr. Dedi Irwanto kami beri panghargaan ini”, katanya.

Gubernur Sumatera Selatan ( Sumsel ) melalui Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Rosidin Hasan mengapresiasi penghargaan yang di raih Dedi Irwanto. “Kami juga berharap dengan diberi penghargaan ini, Dr. Dedi Irwanto akan semakin termotivasi dalam menggali dan mempublikasikan sejarah di Sumatera Selatan. Kita memang membutuhkan sejarawan seperti beliau. Karena sejarah di Sumatera Selatan belum banyak yang digali. Semoga beliau bisa membantu kita menuliskan banyak peristiwa sejarah Sumatera Selatan sehingga semakin memperkaya dunia sejarah Sumatera Selatan”, katanya.

Kegelisahaannya terhadap minimnya tulisan sejarah di Sumatera Selatan membuat Dr. Dedi Irwanto banyak melakukan peneliti dan menulis sejarah. Karya-karyanya dipublikasikan secara nasional seperti Uluan dan Ilir.  Dikotomi dan Dinamika dalam Sejarah Kultural Palembang, Venesia dari Timur. Memaknai  Produksi dan Reproduksi Simbolik Kota Palembang, Metodologi dan Historiografi Sejarah, Oedjan Mas di Bumi Sriwijaya, dan lain sebagainya.

Selain itu tulisan lain dalam benttuk artikel tersebar dalam jurnal dan seminar, baik Nasional maupun Internasional dengan tema-tema sejarah di Sumatera Selatan yang belum banyak  disuarakan secara luas. Kewajaran sebagai tokoh pemerhati dan penggali sejarah ini juga tidak lepas dari dorongannya dalam mengorganisasikan dan menyatukan para peminat dan pecinta sejarah dengan menjadi Direktur Pusat Kajian Sejarah Sumatera Selatan (Puskass) dan Ketua Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) Kota Palembang.

Saat ini Dr. Dedi Irwanto sedang giat mengkaji sejarah masa lampau kehidupan sistem politik marga di Sumatera Selatan dengan terjun keberbagai wilayah-wilayah eks marga di Sumatera Selatan. Beberapa daerah yang sudah diteliti dan akan dibukukan seperti Politik Rawa Lebak. Relasi Antar Marga di  Kabupaten Ogan Komering Ilir, Identitas Komering. Memahami Sejarah Politik  Kultural Marga-Marga di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Dari Gunungke Lembah. Resolusi Etnisitas Politik Marga-Marga di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan. Sebelumnya yang sudah mendapatkan penghargaan peraih patani Awards bidang Sejarah dan Budaya antara lain ada Dudi Oskandar tahun 2017, Kemas A. Rachman Panji tahun 2018, Mgs. Jufri Al Falimbani tahun 2019  Vebri Al Lintani tahun 2020. Tahun 2021 ditiadakan karena Pandemi Covid-19 dan Dedi Irwanto  tahun 2022. ( Edwin fast/Dod )

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini